Jakarta, Indonesia – Setelah tujuh tahun menapaki perjalanan sebagai musisi independen, INIS akhirnya mengumumkan perilisan album penuh perdananya yang bertajuk Nocturne to Sunrise. Album yang dijadwalkan rilis pada 8 Mei ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya sekaligus menandai fase baru eksplorasi musikal yang lebih personal, emosional, dan eksperimental.
Pengumuman album ini hadir setelah perilisan single terbaru “Somebody to Love”, yang menjadi pintu masuk menuju dunia kreatif yang dibangun dalam Nocturne to Sunrise. Melalui karya ini, INIS memperlihatkan identitasnya yang semakin kuat sebagai seorang songwriter yang banyak terinspirasi dari pengalaman lucid dreaming, refleksi diri, dan perjalanan emosional manusia.
“Nocturne to Sunrise”, Album Debut yang Merepresentasikan Lucid Dreaming
Sebagai album pertama dalam kariernya, Nocturne to Sunrise menjadi karya yang sangat personal bagi INIS.
Album ini lahir dari pengalaman lucid dreaming yang diterjemahkan ke dalam rangkaian lagu dengan pendekatan naratif yang unik. Setiap trek menghadirkan cerita dan suasana yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu benang merah yang menggambarkan perjalanan hidup, pencarian makna cinta, dan proses mengenal diri sendiri.
INIS menggambarkan album ini sebagai refleksi dari siklus kehidupan, di mana manusia sering kali mencari cinta di berbagai tempat, padahal bentuk cinta yang paling penting justru berasal dari diri sendiri.
Konsep tersebut menjadi fondasi utama yang membuat Nocturne to Sunrise terasa intim, jujur, dan dekat dengan pengalaman banyak pendengar.
Diproduseri Empat Nama dengan Karakter Berbeda
Salah satu kekuatan utama album ini terletak pada kolaborasi lintas perspektif yang dihadirkan oleh empat produser dengan latar belakang musikal yang berbeda.
Album Nocturne to Sunrise diproduseri oleh:
- Nara Satriangga
- Jondry Rusadi
- Oby Hamdi
- Pamungkas
Keempat produser tersebut membawa pendekatan kreatif yang beragam sehingga menghasilkan warna musik yang kaya di setiap lagu.
Perbedaan karakter musikal tersebut justru menjadi elemen penting yang memperkuat pengalaman mendengarkan album secara keseluruhan, sekaligus menggambarkan kompleksitas emosi yang ingin disampaikan INIS.
Konsep Audio Book Hadirkan Pengalaman Mendengarkan yang Imersif
Berbeda dari kebanyakan album pop pada umumnya, Nocturne to Sunrise mengusung konsep audio book experience.
Setiap lagu memiliki identitas genre yang berbeda-beda dan dirancang untuk dinikmati secara berurutan dari awal hingga akhir. Ketika didengarkan secara menyeluruh, album ini menghadirkan pengalaman audio yang imajinatif dan sinematik, seolah pendengar sedang mengikuti sebuah perjalanan cerita yang terus berkembang.
Pendekatan tersebut membuat album ini tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan lagu, tetapi juga sebagai medium naratif yang membawa pendengar masuk ke dalam dunia yang dibangun oleh INIS.
“Somebody to Love” Menjadi Gerbang Menuju Dunia Nocturne to Sunrise
Single “Somebody to Love” menjadi salah satu representasi paling kuat dari arah artistik album ini.
Dengan hook yang kuat, atmosfer yang emosional, serta pembangunan dinamika yang intens, lagu tersebut menghadirkan pengalaman mendengarkan yang mampu membekas dalam ingatan.
Karakter musik yang adiktif membuat lagu ini terasa relevan untuk didengarkan berulang kali, terutama bagi mereka yang sedang berada dalam fase refleksi, pemulihan, atau pencarian makna dalam hidup.
Melalui single ini, INIS memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi ruang aman untuk memahami emosi dan menerima berbagai fase kehidupan.
Umumkan Tur Internasional “Nocturne to Sunrise: Sleep Walking Tour”
Selain mengumumkan album debutnya, INIS juga memperkenalkan rangkaian tur bertajuk “Nocturne to Sunrise: Sleep Walking Tour”.
Tur ini akan menjadi kesempatan bagi para pendengar untuk merasakan langsung pengalaman musikal yang dibangun dalam album tersebut.
Rangkaian tur dijadwalkan berlangsung di sejumlah kota di Indonesia sebelum melanjutkan perjalanan ke beberapa negara, termasuk:
- Thailand
- Taiwan
- Mesir
Pengumuman ini menjadi langkah besar dalam karier INIS sekaligus memperluas jangkauan musiknya ke audiens internasional.
Melalui Sleep Walking Tour, INIS ingin membawa pengalaman emosional yang hadir dalam album Nocturne to Sunrise ke panggung secara lebih intim dan mendalam.
Babak Baru Perjalanan Musikal INIS
Perilisan Nocturne to Sunrise menjadi pencapaian penting bagi INIS setelah tujuh tahun membangun karier secara independen.
Album ini tidak hanya menampilkan eksplorasi musik yang berani, tetapi juga memperlihatkan kedewasaan artistik dalam menyampaikan cerita yang lahir dari pengalaman pribadi.
Dengan konsep audio book yang unik, kolaborasi bersama empat produser ternama, serta tema tentang cinta, penyembuhan, dan pencarian jati diri, Nocturne to Sunrise berpotensi menjadi salah satu rilisan paling menarik dari musisi independen Indonesia tahun ini.
Ditambah dengan hadirnya Sleep Walking Tour yang akan menjangkau Indonesia hingga mancanegara, INIS semakin menegaskan langkahnya sebagai salah satu musisi independen yang terus berkembang dan berani mengeksplorasi batas-batas kreativitasnya.



