HomeMUSICPeraukertas Hadirkan Kembali Album "Adaptasi Atau Mati" ke Platform Digital, Tandai Awal...

Peraukertas Hadirkan Kembali Album “Adaptasi Atau Mati” ke Platform Digital, Tandai Awal Babak Baru Perjalanan Musiknya

Peraukertas resmi menghadirkan kembali debut album mereka, “Adaptasi Atau Mati”, ke seluruh platform musik digital pada 16 Juli 2026. Album yang pertama kali dirilis pada 29 Juli 2022 ini akhirnya kembali dapat dinikmati para pendengar setelah sempat menghilang dari layanan streaming selama hampir dua tahun akibat kendala administratif pada katalog digital.

Kembalinya album ini bukan sekadar menghadirkan ulang karya lama, tetapi juga menjadi penanda penting sebelum Peraukertas memasuki era musikal baru melalui single “Joki Cinta” dan EP terbaru yang tengah dipersiapkan.

“Adaptasi Atau Mati”, Album Debut Peraukertas yang Sarat Makna

Sebagai salah satu band yang dikenal dengan julukan “Band Rock Motivasi”, Peraukertas selalu menghadirkan lagu-lagu yang berangkat dari refleksi kehidupan dan perjalanan pribadi.

Album “Adaptasi Atau Mati” menjadi representasi paling utuh dari identitas tersebut. Berisi 15 lagu, album ini dibagi ke dalam empat elemen utama, yaitu:

  • Api
  • Air
  • Udara
  • Tanah

Masing-masing elemen menghadirkan nuansa musikal dan pesan yang berbeda, namun tetap saling terhubung menjadi satu perjalanan emosional yang utuh.

Konsep tersebut memperlihatkan bagaimana Peraukertas mengajak pendengarnya memahami proses bertumbuh, menghadapi perubahan, dan menemukan jati diri melalui musik.

Kolaborasi Bersama Musisi Tanah Air

Salah satu kekuatan album “Adaptasi Atau Mati” terletak pada deretan kolaborasi bersama sejumlah musisi Indonesia dari berbagai latar belakang.

Beberapa nama yang terlibat dalam album ini antara lain:

  • Tuantigabelas
  • Iga Massardi
  • TJ Abdillah
  • Yai Item
  • Hyndia

Selain itu, salah satu lagu dalam album ini diproduseri oleh Javafinger (Jawa Maliq) yang turut memberikan warna musikal berbeda dalam keseluruhan materi.

Kolaborasi tersebut memperkaya karakter album sekaligus menunjukkan keberanian Peraukertas dalam mengeksplorasi berbagai pendekatan musik tanpa meninggalkan identitas mereka.

Filosofi Bunglon Jadi Konsep Visual Album

Tak hanya kuat dari sisi musikal, “Adaptasi Atau Mati” juga menghadirkan konsep visual yang sarat filosofi.

Artwork album dikerjakan oleh Minami Art dengan mengangkat sosok bunglon sebagai simbol utama.

Bagi Peraukertas, bunglon melambangkan kemampuan untuk terus beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan jati diri. Filosofi tersebut menjadi benang merah perjalanan band sejak pertama kali dibentuk pada 9 September 2016.

Menurut vokalis sekaligus gitaris Candra Kim, perilisan ulang album ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar mengembalikan katalog ke platform digital.

“Album ini adalah bagian dari perjalanan kami yang paling personal. Menghadirkannya kembali sekarang bukan cuma soal merapikan katalog, tapi juga cara kami menghormati proses yang sudah dilalui sebelum melangkah ke babak baru,” ujar Candra Kim.

Dijuluki “Band Rock Motivasi” oleh Pendengarnya

Peraukertas memiliki hubungan yang erat dengan komunitas penggemarnya yang dikenal sebagai “Penjelajah”.

Menariknya, julukan “Band Rock Motivasi” bukanlah identitas yang mereka ciptakan sendiri, melainkan lahir dari para pendengar yang merasa lirik-lirik Peraukertas mampu memberikan semangat, refleksi, dan motivasi dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Karakter inilah yang membuat Peraukertas memiliki tempat tersendiri di hati para penikmat musik rock Indonesia.

Awal Era Baru Lewat Single “Joki Cinta”

Kembalinya “Adaptasi Atau Mati” juga menjadi jembatan menuju fase baru perjalanan musik Peraukertas.

Band ini telah menyiapkan single terbaru berjudul “Joki Cinta”, lagu yang sebenarnya sudah ditulis sejak tahun 2010, namun baru akan dirilis sebagai bagian dari eksplorasi musikal terbaru mereka.

Dalam karya terbarunya, Peraukertas akan memadukan karakter organic rock yang selama ini menjadi identitas mereka dengan sentuhan retrowave, menghadirkan warna musik yang lebih segar tanpa meninggalkan akar musikalnya.

Selain single tersebut, Peraukertas juga telah menyiapkan sebuah EP terbaru yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Album “Adaptasi Atau Mati” Kini Sudah Bisa Didengarkan Kembali

Mulai 16 Juli 2026, album “Adaptasi Atau Mati” resmi kembali tersedia di seluruh platform streaming musik digital.

Tak hanya itu, para penggemar juga dapat menikmati berbagai music video dan konten visual lainnya melalui kanal YouTube resmi Peraukertas.

Kembalinya album ini menjadi kesempatan bagi pendengar lama untuk bernostalgia sekaligus membuka jalan bagi generasi baru untuk mengenal karya yang menjadi fondasi perjalanan Peraukertas. Dengan pesan tentang pentingnya beradaptasi tanpa kehilangan identitas, “Adaptasi Atau Mati” tetap relevan hingga hari ini dan menjadi tonggak penting sebelum band asal Indonesia tersebut melangkah ke babak baru dalam perjalanan musik mereka.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments