Band post-hardcore/screamo asal Bandung, Swarm, kembali menyapa pendengarnya lewat single terbaru bertajuk “Amayadori” yang resmi dirilis pada Senin (1/6). Single ini dilepas melalui label rekaman asal Bali, Silver Records, dan menjadi babak baru dalam eksplorasi emosional Swarm yang selama ini dikenal lewat tema-tema kehilangan, kehancuran, hingga pergulatan batin.
Swarm sendiri saat ini diisi oleh lima personel, yakni Bimantara Septianto (gitar), Mochamad Latif Prabowo (vokal), Rafi Faizurahman (gitar), Yudha Rizkia (bass), dan Rifqy Adhitama Nugraha (drum).
Bercerita Tentang Bangkit Setelah Titik Tergelap
Melalui rilis pers, Swarm menjelaskan bahwa “Amayadori” lahir dari fase kehidupan setelah seseorang melewati masa-masa paling gelap. Lagu ini menggambarkan upaya menemukan arah kembali setelah hidup runtuh dihantam badai yang terasa tak berkesudahan, sebagai akibat dari berbagai kesalahan yang pernah dibuat.
Namun di tengah kehancuran itu, perlahan muncul secercah harapan, yakni cahaya-cahaya yang sebelumnya tak terlihat, kenangan yang kembali hadir meski dalam keadaan kusut, dan teka-teki baru yang harus dihadapi setelah sempat tenggelam di jalanan gelap.
“Paska hidup runtuh dihantam badai yang tak berkesudahan akibat kesilapan, ada cahaya-cahaya yang kembali terlihat walaupun remang. Ada serpihan-serpihan kenangan yang kembali terlihat walaupun terlihat kusut dan berantakan. Ada kepingan-kepingan teka-teki baru yang mau tak mau harus dipecahkan setelah tenggelam di jalanan yang gelap,” ujar Swarm.

Makna “Amayadori”: Berteduh dari Hujan
Judul “Amayadori” diambil dari bahasa Jepang yang berarti “berteduh dari hujan”. Bagi Swarm, istilah ini menjadi metafora untuk berhenti sejenak di tengah derasnya kehidupan, mengambil napas, dan menerima kenyataan bahwa tidak semua hal harus dilawan atau diselesaikan saat itu juga.
Pendekatan ini terasa berbeda dari karya-karya Swarm sebelumnya yang cenderung menampilkan perlawanan terhadap rasa putus asa. Pada “Amayadori”, band ini memilih sudut pandang yang lebih reflektif, di mana hasrat untuk menaklukkan segalanya berubah menjadi proses penerimaan terhadap hidup itu sendiri.
“Namun, pada akhirnya hasrat dan rasa ingin untuk menaklukan semuanya kembali berubah menjadi proses penerimaan atas hidup itu sendiri. Membiarkan semuanya mengalir. Kali ini, jika ‘badai dan hujan’ datang, yang bisa dilakukan hanyalah berusaha ‘berteduh’ sejenak, tak perlu bergegas. Nikmatilah setiap detiknya,” jelas Swarm.
Keberanian dalam Bentuk Lain
Lewat “Amayadori”, Swarm ingin menunjukkan bahwa keberanian tidak selalu berarti melawan. Terkadang, keberanian justru hadir dalam bentuk kesediaan untuk berhenti sejenak, menerima keadaan, dan membiarkan waktu bekerja sebagaimana mestinya.
Single “Amayadori” dari Swarm kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital, termasuk Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan Deezer.



