Bandung, Juni 2026 – Unit musik Post-Hardcore, Metalcore, dan Emo Experimental asal Bandung, Mad In Silence, kembali menghadirkan karya penuh emosi melalui single kedua berjudul “Lullaby”. Resmi dirilis pada 6 Juni 2026, lagu ini menjadi kelanjutan cerita dari single debut mereka “Cursed”, sekaligus memperlihatkan sisi paling personal dari perjalanan emosional sang vokalis.
Meski mengusung judul “Lullaby” yang identik dengan ketenangan, lagu ini justru menawarkan ledakan emosi, kemarahan, dan pergulatan batin yang dibalut dalam karakter musik cadas khas Mad In Silence.

“Lullaby”, Sekuel Langsung dari Single “Cursed”
“Lullaby” bukan sekadar single baru, tetapi menjadi bab lanjutan dari kisah yang telah dimulai melalui “Cursed”.
Jika lagu pertama menggambarkan fase ketika seseorang mulai terjebak dalam hubungan yang toxic, maka “Lullaby” membawa pendengar menuju titik di mana seluruh kepercayaan telah runtuh akibat kebohongan dan pengkhianatan yang terus berulang.
Lirik seperti:
“I trust you but you just keep lying.”
menjadi representasi rasa kecewa yang terus menumpuk hingga akhirnya berubah menjadi kemarahan dan kelelahan emosional.
Melalui lagu ini, Mad In Silence mengajak pendengar menyusuri perjalanan batin seseorang yang berusaha keluar dari lingkaran luka, sekaligus mencari makna di balik penderitaan yang dialaminya.
Lirik “Ten Thirty-Five I Was Killing by Myself” Berasal dari Pengalaman Pribadi
Salah satu bagian paling emosional dalam “Lullaby” terdapat pada penggalan lirik:
“Ten thirty-five I was killing by myself.”
Bagi Mad In Silence, kalimat tersebut merupakan refleksi dari fase ketika sang vokalis berada di titik terendah dalam hidup akibat sabotase diri, rasa kehilangan, dan pengkhianatan yang pernah dialami.
Alih-alih sekadar menjadi ungkapan kemarahan, lirik tersebut menjadi simbol bagaimana seseorang bisa terjebak dalam pergulatan batin sebelum akhirnya menemukan jalan untuk bangkit.
Melalui kejujuran emosional inilah, Mad In Silence memperkuat identitas mereka sebagai band yang tidak hanya mengandalkan agresivitas musikal, tetapi juga kedalaman makna dalam setiap karya.
Terinspirasi dari QS. Al-Baqarah Ayat 216
Salah satu momen paling menarik dalam “Lullaby” hadir pada bagian outro poetry, ketika suasana lagu berubah menjadi lebih reflektif.
Pada bagian ini, Mad In Silence menyisipkan narasi yang terinspirasi dari makna QS. Al-Baqarah ayat 216, yang mengingatkan bahwa sesuatu yang tidak disukai manusia belum tentu buruk, sementara sesuatu yang terlihat baik belum tentu membawa kebaikan.
Melalui adaptasi narasi tersebut, band ini ingin menyampaikan bahwa rasa sakit, kehilangan, dan hancurnya harapan sering kali menjadi proses yang diperlukan agar seseorang dapat bertumbuh dan menemukan kedamaian.
Pesan itu menjadi penutup emosional dari “Lullaby”, menghadirkan sudut pandang bahwa luka bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses menuju penerimaan diri.
Perpaduan Metalcore Agresif dan Refleksi Filosofis
Secara musikal, “Lullaby” tetap mempertahankan identitas Mad In Silence melalui kombinasi Post-Hardcore, Metalcore, dan sentuhan Emo Experimental.
Breakdown yang berat, riff gitar agresif, dinamika vokal emosional, hingga perubahan atmosfer menuju bagian penutup menciptakan pengalaman mendengarkan yang intens sekaligus kontemplatif.
Seluruh proses produksi lagu ditangani oleh Gibran A. Parhan, yang bertanggung jawab sebagai produser, mixing engineer, sekaligus mastering engineer.
Melalui sentuhan produksinya, keseimbangan antara ledakan energi metalcore dan nuansa reflektif pada bagian akhir lagu berhasil tersampaikan dengan baik.
Mad In Silence Siapkan Debut EP
Setelah merilis dua single, yakni “Cursed” dan “Lullaby”, Mad In Silence mengonfirmasi bahwa mereka kini tengah mempersiapkan debut EP (mini album) yang akan menjadi langkah besar berikutnya dalam perjalanan musikal mereka.
EP tersebut diproyeksikan menjadi ruang eksplorasi yang lebih luas terhadap tema-tema emosional, refleksi filosofis, dan karakter musik keras yang selama ini menjadi identitas Mad In Silence.
Tentang Mad In Silence
Berasal dari Bandung, Mad In Silence merupakan band independen yang mengeksplorasi perpaduan Post-Hardcore, Metalcore, dan Emo Experimental.
Melalui karya-karyanya, mereka berusaha menghadirkan musik yang tidak hanya agresif secara musikal, tetapi juga menyampaikan kejujuran emosional, pergulatan batin, serta refleksi tentang kehidupan.
Pendekatan tersebut menjadikan Mad In Silence sebagai salah satu nama baru yang menarik perhatian di skena musik keras Indonesia.
“Lullaby” Sudah Tersedia di Platform Musik Digital
Single “Lullaby” resmi dirilis pada 6 Juni 2026 dan kini telah tersedia di berbagai platform streaming musik digital, termasuk Spotify dan Bandcamp. Mad In Silence juga menghadirkan Official Lyric Visualizer di YouTube untuk melengkapi pengalaman menikmati lagu ini.
Kesimpulan
Melalui “Lullaby”, Mad In Silence membuktikan bahwa musik keras dapat menjadi medium yang kuat untuk menyampaikan kisah tentang luka, kehilangan, dan proses menemukan harapan.
Dengan memadukan intensitas khas metalcore, lirik yang sangat personal, serta refleksi filosofis yang terinspirasi dari makna QS. Al-Baqarah ayat 216, single ini menjadi langkah penting dalam perjalanan Mad In Silence menuju debut EP mereka.
Bagi penikmat post-hardcore, metalcore, dan musik dengan kedalaman emosional, “Lullaby” menjadi salah satu rilisan Indonesia yang layak mendapat perhatian sepanjang 2026.



